Makna "keluarga" Bagi Saya

Warga dan Negara menurut pandangan saya

Budaya Barat vs Budaya Timur

Apa sih Budaya Barat dan Budaya Timur ”. dan apa perbedaannya Budaya Barat dan Budaya Timur

Makna "keluarga" Bagi Saya

Apa sih arti keluarga bagi anda ? dan apa Makna Keluarga bagi anda ?

Rabu, 24 Mei 2017

HUBUNGAN ANTARA UI DAN GRAFIK SCENE

Judul/Bab     : HUBUNGAN ANTARA UI DAN GRAFIK SCENE   (Tulisan bab 7)
Nama           : Agus Cahyono
NPM            : 50414497
Kelas            :  3IA21
Mata Kuliah :   PTG #
Nama Dosen :  Syefani rachma deski

Dalam UI terdapat bebrapa elemen diantaranya:

1. Diegetic

Elemen user interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual, audible atau haptic. Elemen UI diegetik yang dieksekusi dengan baik dapat meningkatkan pengalaman narasi untuk pemain, memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan terintegrasi. Salah satu game yang mengimplementasikan elemen diegetic adalah Assassin’s Creed. Assassin’s Creed berhasil menggunakan banyak pola diegetic meskipun itu diatur dalam dunia sejarah karena pemain pemain menggunakan sistem virtual reality di masa depan. Jadi cerita sebenarnya futuristik daripada sejarah
2. Meta

Gambaran yang bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan. Contoh: Grand Theft Auto 4 Berinteraksi dengan telepon di Grand Theft Auto 4 adalah contoh menarik. Ini meniru interaksi dunia nyata – Anda mendengar dering telepon dan ada penundaan sebelum karakter dan pemain menjawabnya. Elemen UI sebenarnya itu sendiri muncul pada pesawat hub 2D, jadi itu benar-benar elemen Meta, meskipun awal interaksi yang diegetik.
 
3. Spatial

Elemen User Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik).
4. Non-Diegetic
Antarmuka yang diberikan di luar dunia game, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia nyata desain interface ini semuanya mengunakan visual heads-up display (HUD). semua menjadi sangat nyaman dengan penggunaan heads-up display (HUD) dalam permainan. Sistem ini memberikan informasi penting dengan cara yang cukup sederhana. Jika dilakukan dengan benar pemain bahkan tidak tahu itu ada. Mass Effect 3 menggunakan banyak Non-diegetik elemen UI untuk menginformasikan pemain senjata karakter dipilih dan kekuasaan – antara lain. Mengingat pengaturan futuristik itu saya tidak bisa membantu untuk berpikir jika beberapa informasi ini bisa telah terintegrasi ke dalam dunia game, narasi, atau bahkan keduanya.

Selain UI terdapat pula Grafik Scene, dalam Grafik Scene ini memiliki 2 elemen yaitu:
1. Visibility
2. Level of Detail : biasanya digunakan untuk mengatur material yang akan diaplikasikan




KESIMPULAN :
User Interface dan Grafik Scene merupakan  komponen yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain, yang menghasilkan sebuah game menjadi sangat berkualitas dengan tatanan dari User Interface yang apik dan kemampuan dari Garfik Scene yang canggih.


Sumber : http://catatankinkin.blogspot.co.id/2016/05/user-interface-dan-penampilan-grafik-scene-pada-komputer.html

PENAMPILAN GRAFIK SCENE GAME PC

Judul/Bab     : PENAMPILAN GRAFIK SCENE GAME PC (Tugas bab 7)
Nama           : Agus Cahyono
NPM            : 50414497
Kelas            :  3IA21
Mata Kuliah :   PTG #
Nama Dosen :  Syefani rachma deski

A.Visibility

Visibility merupakan tampilan grafik scene game pada komputer. Bagaimana sebuah game terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga user menikmati game tersebut.
Biasanya pada video game terdapat istilah scene 2.5D. Sebenarnya istilah tersebut tidak berbeda jauh dari scene 2D (dua dimensi). Hanya saja 2.5D memiliki beberapa fitur tambahan berupa efek cahaya, bayangan dan sebagainya yang dibuat agar seakan-akan menyerupai scene 3D.

Biasanya gameplaynya memang mirip game 2D dimana kita hanya bisa bergerak secara horizontal dan vertical namun beberapa gambarnya di render secara 3D. Teori grafik 2.5D ini biasa juga disebut dengan pseudo-3D sedangkan pada istilah game lebih dikenal dengan isometric/diametric/trimetric projection.

Biasanya game bertipe ini menggunakan 2 macam tipe pemodelan :
· 3 Dimensi object/model
Merupakan model/object 3D yang nantinya akan dijadikan sebagai karakter utama, bangunan, object-object seperti senjata, musuh, permukaan tanah, pohon, dan bukit. Object 3D seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan program seperti 3DS Max, Maya, Hash, dan Blender.
· 2 Dimensi graphic
Gambar 2D juga berperan dalam membuat game ini yaitu sebagai texture untuk object, sebagai latar belakang seperti langit dan pemandangan, sebagai meteran untuk nyawa dan gambar untuk speedometer pada game racing.

Kegunaan 2.5D dalam game adalah sebagai pengaturan gerakan seperti golden axe, double dragon, path finding yang biasanya cukup sederhana. Hal ini berguna untuk mengikuti posisi pemain dan agar game lebih 'hidup'. Pada video game, biasanya scene 2.5D ini lebih digunakan dalam visualisasi geografis (GVIS) untuk membantu memahami representasi visual spasial-kognitif atau visualisasi
B. Level of Detail
LOD biasanya digunakan untuk mengatur material yang akan diaplikasikan pada model objek. Disebut level karena tingkat pengaturannya berbeda-beda tergantung dari seberapa jauh jarak antara model dengan viewer.
Ketika model berada pada jarak dekat dengan viewer, model sebaiknya di-render dengan detail sebanyak mungkin. Namun sebaliknya jika model berada pada jarak yang jauh dari viewer lebih baik jangan menampilkan model dengan sangat detail agar tidak mengganggu performance dan agar hasilnya justru dapat meningkatkan performance.
Meskipun sebagian besar waktu LOD diterapkan untuk geometri rinci saja, baru-baru ini teknik LOD sudah termasuk dalam manajemen shading untuk dapat mengontrol kompleksitas pixel. Suatu bentuk tingkat manajemen detail telah diterapkan untuk tekstur selama bertahun-tahun, di bawah nama mipmapping, juga memberikan kualitas rendering yang lebih tinggi. Ini adalah hal yang lumrah untuk mengatakan bahwa “sebuah objek telah LOD’d” ketika objek disederhanakan oleh mendasari algoritma LOD-ing.
C.2 contoh game yang memiliki jalan cerita dan level

-Crash Bandicoot






Hampir sebagian besar gamer yang sempat mencicipi masa kejayaan Playstation di masa lalu tentu saja tidak asing lagi dengan nama Crash Bandicoot. Sebagai sebuah game platformer, Crash Bandicoot memang menawarkan hampir semua elemen yang cukup untuk membuat banyak gamer jatuh hati pada pandangan pertama. Kualitas visual yang terhitung manis untuk era tersebut, ia juga mengusung mekanik gameplay yang mudah untuk dikuasai, menantang, dan menyenangkan di saat yang sama. Desain level, serangkaian rahasia yang bisa ditempuh, hingga beragam animasi yang keren membuat Crash Bandicoot tampil memukau.
- Zuma Deluxe
 

Zuma Deluxe adalah game yang berkategori Game Puzzle yang diharuskan menembakkan bola yang berwarna pada deretan atau barisan yang sama warna bolanya, minimal 3 bola dengan warna yang sama, sehingga bola tersebut akan menghilang dan terus berulang-ulang agar supaya deretan atau barisan bola dengan warna warni tersebut bisa habis dan anda akan dibawa ke level selanjutnya, akan tetapi level demi level akan semakin sulit. Game zuma Deluxe ini tidak memandang usia, permainan satu ini cocok untuk anak-anak, remaja serta dewasa atau orang tua juga cocok bermain game zuma deluxe ini.
Game ini yang dibangun Single player atau dengan satu pemain harus menyelesaikan 4 Level yang tiap-tiap Level nya memiliki rintangan yang berbeda-beda, untuk level : 1. Rabbit 3. Jaguar 2. Eagle 4. Sun god

Rabu, 17 Mei 2017

User Interface pada Games Komputer

Judul/Bab     : User Interface pada Games Komputer  (Tugas Bab 6)
Nama           : Agus Cahyono
NPM            : 50414497
Kelas            :  3IA21
Mata Kuliah :   PTG #
Nama Dosen :  Syefani rachma deski




1.      Need For Speed


            User Interface pada permainan ini, yaitu speedometer dan race position. Speedometer ini menampilkan kecepatan mobil berjalan, tekanan mesin, dan gear position. Dan pada race position ini menampilkan berapa di posisi berapakah kita dan beberapa seri dari need for speed ini menapilkan jarak mobil lawan dari kita.



2.      Assassin’s Creed

            Permainan Assassin’s Creed menggunakan user interface berelemen Diegetic. Assassin’s Creed berhasil menggunakan banyak pola diegetic meskipun itu diatur dalam dunia sejarah karena pemain pemain menggunakan sistem virtual reality di masa depan. Jadi cerita sebenarnya futuristik daripada sejarah




Sumber :